Why Dynamic Digital Signage?
Perbandingan DDS dengan media lainnya
 
Keunggulan Dynamic Digital Signage (DDS)
Anggapan Saat ini
umum
DDS secara langsung menyampaikan kepada konsumen dari sudut pandang pembelian dan pengambilan keputusan, sementara di TV Radio dan media cetak selalu terdapat gap waktu dan jarak antara iklan dan produk yang ditayangkan.

DDS membentuk buying decision konsumen, dengan lebih mengkomunikasikan produk dan jasa yang disasar kepada pembeli. Ini akan menjadi lebih tepat sasaran, dengan lebih meningkatnya penilaian secara demografi sehingga akan lebih meningkatkan pemisahan hari, kalkulasi CPM (Cost per Minute), dan pengukuran2 lainnya.

Konten DDS dapat di adaptasi sesuai dengan kebutuhan lokal, demografi, dan kebiasaan berbelanja suatu daerah.

Audiens DDS adalah konsumen yang “siap beraksi” sedangkan audiens media lain adalah “konsumen potential” yang pasif.

Ingatan konsumen terhadap tayangan digital signage akan lebih melekat daripada media konvensional lainnya (berdasarkan beberapa penelitian yang telah dipublikasikan).

Biaya tayangan DDS lebih mudah untuk diperhitungkan dan diperbandingkan, dengan melihat dari peningkatan penjualan.


Dianggap membutuhkan dana yang besar untuk pengadaannya. Anggapan ini bisa benar apabila DDS dibandingkan dengan beberapa media outdoor. Namun, teknologi saat ini telah membut DDS semakin murah.

Harga hardware yang dibutuhkan telah semakin turun dalam beberapa tahun ini. Bahwa faktanya, digital signage network lebih murah dibandingkan dengan TV atau Radio yang memiliki jumlah audiens yang sama.

Saat ini perusahaan-perusahaan peneliti, seperti Arbitron, Nielsen Media Research, dan lainnya telah mulai melakukan penelitian pada bidang ini.


Iklan Statis

Dengan luas bidang media yang sama, DDS dapat memuat lebih banyak konten. Dan dengan gambar bergerak akan memberikan kesan yang lebih kuat bagi konsumen.


Pada instalasi awal, DDS akan mahal, namun kedepannya lebih efisien dan memiliki tingkat pendapatan potensial yang tinggi.
TV/Radio
Audiens TV dan Radio seringkali menganggap iklan adalah suatu gangguan. Sebaliknya, konsumen akan lebih responsif terhadap DDS ketika menampilkan informasi yang dapat membantu mereka menentukan pilihan yang tepat.

Audiens tidak dapat “mengganti channel” tayangan DDS.

Audiens DDS tidak sebesar audiens TV. Namun anggapan ini telah berubah. Sebagai contoh adalah DDS yang dimiliki Wal-Mart telah dapat di bandingkan dengan audiens TV.
Koran Majalah
Biasanya, konten pada koran hanya dilihat sehari sekali, sedangkan DDS akan tampil lebih sering.

Tayangan DDS akan lebih menarik karena menggunakan media full-motion.

Tayangan DDS lebih fleksibel, karena dapat di sesuaikan dengan target audiens.

Biaya tayangan DDS akan lebih efisien (CPM yang rendah) dibandingkan koran dan majalah, namun memberikan pengaruh yang lebih besar.

Tayangan DDS tidak dapat dijadikan referensi untuk masa yang akan datang, seperti halnya Iklan majalah atau koran. Dalam beberapa kasus anggapan ini malah menjadi tidak sesuai karena tayangan DDS selalu memberikan informasi “terkini dan terbaru”.
TV/VCR/DVD
Konten VCR/DVD tidak up-to-date, serta membutuhkan waktu yang lama dan tenaga tambahan untuk memanajemen atau mengganti konten.

Jaringan DDS dapat dioperasikan secara otomatis sedangkan TV/VCR/DVD dioperasikan secara manual dan akan menyita waktu karyawan untuk mengoperasikannya.


Biaya DDS nampak sangat mahal. Namun dengan bisnis model yang tepat, maka dalam beberapa bulan, penghematan serta efisiensi yang dihasilkan akan lebih menguntungkan.